Bismillaahirrohmaanirrohiim..
Ya Allah izinkan aku menuangkan kerinduanku..
Ya Allah izinkan aku menuangkan kerinduanku..
(Alm) Khansa Azkadina Putri Santoso, aunty rindu padamu sayang...
Aunty ingat sekali, betapa bahagianya aunty ketika mendengar kabar bahwa kau dititipkan Tuhan pada rahim ibumu..
Aunty sangaaat gembira, aunty bersyukur hingga kau dilahirkan 25 September 2011.
Dek khansa.. begitu kami memanggilmu, engkau begitu cantik dan mungil, tangisanmu tak seperti kakakmu, tangisanmu begitu nyaring, menggetarkan, kau sangat membuatku tertarik..inilah pikiranku:
Kau akan menjadi wanita hebat, nak! Pasti!ketika kau diantar perawat masuk keruang penginapan bundamu, kau sedang dalam keadaan tertidur, wangi tubuhmu membuatku ingin sekali memelukmu.
Pagi, aku coba menggendongmu, dengan segala kasih sayang yg kurasakan hanya untukmu..kau cantik.. sangat cantik..
29 september 2011 kau dibawa ke rumah ini. Kami sekeluarga enggan meninggalkan tempat tidurmu.
dan selama aku berbicara, dia selalu memandangku dengan kedua matanya yang sangat indah, ketika pulang pun tak lupa aku berpamitan dengannya..
hari-hari berlalu, dek khansa divonis mengalami kebocoran jantung dengan diameter sebesar 0,5 mm, dan adanya penyempitan saluran peredaran jantung.
Tetap saja, ruang ICU tempatmu dirawat. Ini rumah sakit ke-empat yang kau singgahi dek..Aku pernah diizinkan masuk untuk menyentuhmu. Dek khansa..mengapa tubuhmu menguning ya?..terlihat dari matamu. Kau juga selalu menjulurkan lidah, kau butuh asi ya nak? maafkan bundamu sayang, bukan bunda tidak mau memberikan sentuhan asi kepadamu, namun kau memang tidak dapat memasukkan apapun dari bibir mungilmu, kau dipasangi selang yang masuk melalui kedua lubang hidungmu, asi tersalurkan dari sana, tapi tidak boleh dalam jumlah yan banyak..
Perih memang, ini pertama kalinya keluarga kami diuji dengan ujian seperti ini, kakakku Ratih sudah tidak mementingkan bekas jahitan sesarnya, padahal pemeriksaan seharusnya dilakukan secara rutin. Aku yang saat itu sedang mengerjakan skripsi, tidak dapat lagi fokus dengan tugasku. Hari berganti hari, semenjak khansa masuk rumah sakit, aku sama sekali tidak ingin menyentuh jejaring sosial di dunia maya. Aku lebih banyak mencari tau tentang penyakit yang dideritanya.
Ya, aku seakan menghilang, tak ingin ada siapapun yang mendengar kabarku, bahkan pada sahabatku sendiri. Bagiku, tidak ada untungnya menceritakan kesedihan kepada orang lain, ini hanya akan menambah beban bagi orang lain, dan apa yang dapat aku banggakan dari rasa simpatik mereka terhadap kesedihanku? tidak ada. Pikirku, aku hanya akan melewati kesedihan ini bersama keluargaku, aku tak membutuhkan siapapun selain mereka.
Tapi sungguh, tidak selamanya pikiran ini harus tetap dijunjung tinggi kawan, mengapa? karena kita sebagai individu memang hanya akan melakukan apa yang diijinkan oleh pikiran2 kita. Dan pada pikiran yang kacau, kita tidak akan mampu berpikir jernih. Ya, kacau disini dimaksud dengan sedih, jika kita dalam keadaan sedih, tidak ada yg mampu kita pikirkan selain menyalahkan keadaan bahkan mungkin menyalahkan diri sendiri. Nau'udzubillah..
We need some friends.. teman berbagi yang sudah kita percaya, yg mampu mengingatkan kita untuk tetap semangat, mengingatkan kita untuk tetap mau berpikir positif dan mengambil semua hikmah, ya kebaikan dari segala sisi, dan dari segala sudut pandang. Hikmah itu tidak hadir dengan sendirinya kawan, ia harus melalui proses berpikir yang sejernih mungkin.
Menceritakan apa yang sedang kita alami, bukanlah untuk berbagi kesedihan, tetapi kita mungkin lupa bahwa kesedihan yang sedang kita rasakan hanyalah sebagian kecil dari kesedihan yg sedang dialami orang lain di luar sana. Itu sebabnya mereka hadir, agar membantu kita menjernihkan pikiran kita, dan mungkin juga membantu mendoakan kita. Kawan, percayalah hidup itu sangat adil. Sangat. Dan Tuhan Maha Sempurna, Dia menciptakan makhlukNya dengan penuh kesempurnaan, dan Dia menciptakan kita semua sudah pada porsinya masing-masing. sesuai. tidak kekurangan. dan tidak berlebihan. Jangan pernah berputus asa dari Rahmat Tuhanmu yang teramat luas, dan jangan pernah sombong untuk selalu memohon ampun kepadaNya..
Jangan anggap remeh orang lain yang peduli terhadapmu, berterimakasihlah kepada mereka, karena mereka masih memedulikanmu, orang-orang yang menyayangimu dengan tulus adalah orang-orang yang tak pernah membencimu, mereka akan selalu mendoakanmu.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, kami menjalani kehidupan dengan lebih ikhlas, teman-teman baru dek khansa, satu per satu dipanggil oleh Allah SWT..
ada yg sudah berhasil di operasi karena fungsi peredaran jantungnya terbalik, tp tak lama setelah operasi, ia dipanggil Sang Khalik.
ada yg sudah menjalani 4 kali operasi karena kebocoran jantung, dan tak lama kemudian juga dipanggil Sang Khalik.
tinggal dek Khansa sendiri, ia pun menjalani operasi, dan alhamdulillaah berhasil, namun setelah operasi, bilirubinnya terus meningkat, dia diindikasikan mengidap penyakit hati. transplantasi hati. Astaghfirullahal'adziim..
21 Desember 2011, aku berniat menjenguk dek khansa keesoka harinya (22/12), kala itu aku mendapat kabar, bahwa dek khansa akan menjalani operasi yang kedua pada tanggal 22 desember. Alhamdulillaah aku senang, itu berarti kondisinya jauh lebih baik karena dokter akan mengambil tindakan operasi, seperti yang telah diketahui sebelumnya, operasi tidak boleh dilakukan jika pasien masih menderita infeksi, hal ini dilakukan agar ketika operasi tidak terjadi nfeksi lagi yang mungkin menyebabkan timbulnya penyakit baru.
saat itu aku merenung, aku ingin operasi kedua ini kembali dilancarkan, dan aku berniat untuk membuka silaturahim dengan teman lamaku, sekedar menenangkan hatiku juga, aku tidak ingin kesulitan yang dialami keluargaku adalah akibat dari perbuatan2 burukku selama ini, aku kembali menghubungi dia, tetapi kami memang belum bisa memiliki pandangan yang sama, tanpa ingin memperpanjang masalah, kami mengakhiri perbincangan kami, dy ingin menjenguk khansa keesokan harinya..
22 Desember 2011 bertepatan dengan hari ibu, khansa dijadwalkan operasi jam 8.
Pagi-pagi sekali aku berangkat ke Bogor untuk bertemu dengan pembimbing skripsi, sesampainya disana, pukul setengah 8 pagi, aku yang baru mau turun dari angkutan dihubungi mba ratih, ia menangis, mengabarkan bahwa khansa dalam keadaan kritis, aku diminta untuk menghubungi Ibu dirumah, aku langsung menelfon Ibuku, ketika aku menutup telfon, terlihat ada satu panggilan tak terjawab dari mba ratih. Aku kembali menghubungi dia, dan dia berkata :
aku kembali pulang, berusaha setegar mungkin menerima keputusan Allah, inilah jalan terbaik yang Allah kehendaki, begitu banyak yang aku pelajari dari kejadian ini, tidak ada manusia yang dapat meniupkan ruh kepada setiap jasad, tidak ada daya dan upaya yang mampu mengubah apapun kecuali atas ijin Allah azza wa jalla.
Allah Ya Rahman, kami semua menerima keputusanmu, syurga adalah tempat terbaik untuk dek Khansa, Engkau sangat menyayangi kami, engkau sangat menyayangi keluarga kami, terima kasih banyak Ya Allah. Inilah keputusan terbaik yang engkau berikan,
Beberapa temen2 kelasku datang, dika, ade, inne, rani, made, nissa, gema, dipta, pepe, teguh, bens, arizal, windy, dan robi. Terima kasih banyak kawan, terima kasih atas segala dukunganmu kepadaku, semoga Allah selalu memberikan perlindungan kepada kalian, semoga semua niat baik kalian terbalas berlipat ganda dengan kebaikan pula, aamiin :)
Life must go on..but Khansa, you always stay in my heart :*
30 september 2011, di sore hari yang begitu sejuk, semua kejadian berawal dari sore ini, kejadian demi kejadian yang mengubah kehidupan keluarga kami, kejadian-demi kejadian yang membuat kami semakin dewasa, semakin berlapang dada, dan semakin menerima..
Dek khansa,
Kau bersamaku, bunda, kakak thalita,, kau tersedak, dan menangis begitu kencangnya, kami mencoba menenangkanmu, hingga kami mulai merasa panik.. Ibu datang, entah pergi darimana, dan ketika beliau menggendongmu, engkau langsung terdiam, tertidur, ajaib, sungguh kuasa Allah..
Engkau kembali ditidurkan, dan ibu kembali pergi, tetapi ketika ibu keluar rumah, engkau kembali menangis, tersedak, tiba2 terdiam, tanpa ada hembusan nafas, kami benar2 panik, ibu.. ibu.. ibu.. tak ada balasan, kami bergegas untuk pergi, menyiapkan segala sesuatunya, tak terlupa, Thalita Ramaniya Putri Santoso, kakak sulungmu. Beberapa menit kemudian, ibu kembali pulang, pukul setengah 6 sore aku mencarikan taksi, alhamdulillaah cepat dapat. Aku dan thalita menunggu kabar di rumah, semua keluarga dihubungi, hingga akhirnya,, tengah malam, kau masuk ke ruang NICU RS. Hermina Depok.. kau dipasangi ventilator (alat bantu pernapasan) selang dimana-mana, sungguh mendengarnya saja aku tak kuasa menahan perih, apalagi ketika dokter berkata ketika kau sampai di rumah sakit, kadar oksigen dalam tubuhmu hanya 20% dari kebutuhanmu yg tentu 100% .. :'(
Dek khansa,
Kau bersamaku, bunda, kakak thalita,, kau tersedak, dan menangis begitu kencangnya, kami mencoba menenangkanmu, hingga kami mulai merasa panik.. Ibu datang, entah pergi darimana, dan ketika beliau menggendongmu, engkau langsung terdiam, tertidur, ajaib, sungguh kuasa Allah..
Engkau kembali ditidurkan, dan ibu kembali pergi, tetapi ketika ibu keluar rumah, engkau kembali menangis, tersedak, tiba2 terdiam, tanpa ada hembusan nafas, kami benar2 panik, ibu.. ibu.. ibu.. tak ada balasan, kami bergegas untuk pergi, menyiapkan segala sesuatunya, tak terlupa, Thalita Ramaniya Putri Santoso, kakak sulungmu. Beberapa menit kemudian, ibu kembali pulang, pukul setengah 6 sore aku mencarikan taksi, alhamdulillaah cepat dapat. Aku dan thalita menunggu kabar di rumah, semua keluarga dihubungi, hingga akhirnya,, tengah malam, kau masuk ke ruang NICU RS. Hermina Depok.. kau dipasangi ventilator (alat bantu pernapasan) selang dimana-mana, sungguh mendengarnya saja aku tak kuasa menahan perih, apalagi ketika dokter berkata ketika kau sampai di rumah sakit, kadar oksigen dalam tubuhmu hanya 20% dari kebutuhanmu yg tentu 100% .. :'(
Dek Khansa, aku rindu memelukmu, melihat senyummu, mendengar tangismu, tapi aku tak pernah dapat menyentuhmu selama kau berada diruang NICU, dua minggu berlalu, tubuhmu membiru, dokter yang pertama kali memeriksa keadaanmu akhirnya menyerahkan tugasnya kepada dokter spesialis anak Dr. Rinawati, yang tak lain adalah dokter anak yang selalu memeriksa kesehatan kakakmu. Dr. Rina melihat indikasi adanya kebocoran jantung pada tubuhmu, dikarenakan peralatan yang kurang memadai di RS. Hermina Depok, kau disarankan Dr. Rina untuk pindah ke RS. Hermina Jatinegara, dengan segera, ayah ibumu mengurusi administrasi, sungguh Allah Maha Kaya, hanya Allah yang mampu melancarkan semua urusan hambaNya, kami sekeluarga, tanpa putus doa, selalu berharap kesembuhan untukmu dari Yang Maha Kuasa.
Kau sudah berada di Jatinegara, tentu diruang yang sama, ICU, tidak boleh ada yang masuk selain ayah, ibumu dan perawat. Aku dan keluarga hanya dapat memandangimu dari kaca,, masih ingat kalimat apa saja yang selalu aku ucapkan ketika menjengukmu :
Assalaamu'alaykum dek khansa, ini aunty ia.. dek khansa, yang kuat ya sayang, Allah sayang sekali sama dek khansa, Allah mau lihat perjuangan dek khansa, berjuang ya sayang, dek khansa minta sama Allah juga supaya segera disembuhkan ya, supaya bisa main2 sama bunda, sama ayah, sama kakak thalita, sama eyang uti, eyang kakung, aunty no, aunty ia. Ayah bunda juga selalu berjuang buat dek khansa, ayah bunda tau, dek khansa tidak suka kalau mereka menangis ketika menyentuh dek khansa, ayah bunda tau, karena dek khansa memberikan isyarat. ayah bunda tau, dek khansa pun berjuang untuk kesembuhan dek khansa. Sayang, nanti main2 sama aunty ia ya dek khansa,, aunty ia mau peluk dek khansa, dek khansa cepat keluar dr sana ya sayang :')
dan selama aku berbicara, dia selalu memandangku dengan kedua matanya yang sangat indah, ketika pulang pun tak lupa aku berpamitan dengannya..
hari-hari berlalu, dek khansa divonis mengalami kebocoran jantung dengan diameter sebesar 0,5 mm, dan adanya penyempitan saluran peredaran jantung.
Tuhan, ini memang kehendakMu, tuntunlah kami selalu untuk berada di jalanMu, ampuni dosa-dosa kami, berikan kekuatan kepada kami, ikhlaskanlah hati-hati kami untuk menerima segala keputusanMu. Tuhan terima kasih atas segala nikmat dan karunia yang telah dan selalu akan kau limpahkan kepada kami, bimbinglah kami selalu Ya Rabb..Kau baru akan dipindahkan ke RS. Jantung Harapan Kita setelah kondisimu membaik, artinya ketika bilirubinmu normal, dan tidak terdapat infeksi apapun. Namun biaya.. benar, rs swasta tetap membutuhkan biaya cepat dan kami bukanlah dari golongan yang berpangkat tinggi untuk secepatnya menyediakan biaya yg dibutuhkan. Dengan kekuasaan Allah, kau diizinkan untuk pindah ke rumah sakit jantung sebelum kondisimu benar2 pulih, itu berarti rezekimu yang tak pernah putus, karena di rumah sakit jantung, kau bisa mneggunakan asuransi kesehatan milik bundamu.. Alhamdulillaah ..Tuhan, sungguh kami bersyukur kepadaMu, Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau Ya Allah..
Tetap saja, ruang ICU tempatmu dirawat. Ini rumah sakit ke-empat yang kau singgahi dek..Aku pernah diizinkan masuk untuk menyentuhmu. Dek khansa..mengapa tubuhmu menguning ya?..terlihat dari matamu. Kau juga selalu menjulurkan lidah, kau butuh asi ya nak? maafkan bundamu sayang, bukan bunda tidak mau memberikan sentuhan asi kepadamu, namun kau memang tidak dapat memasukkan apapun dari bibir mungilmu, kau dipasangi selang yang masuk melalui kedua lubang hidungmu, asi tersalurkan dari sana, tapi tidak boleh dalam jumlah yan banyak..
Perih memang, ini pertama kalinya keluarga kami diuji dengan ujian seperti ini, kakakku Ratih sudah tidak mementingkan bekas jahitan sesarnya, padahal pemeriksaan seharusnya dilakukan secara rutin. Aku yang saat itu sedang mengerjakan skripsi, tidak dapat lagi fokus dengan tugasku. Hari berganti hari, semenjak khansa masuk rumah sakit, aku sama sekali tidak ingin menyentuh jejaring sosial di dunia maya. Aku lebih banyak mencari tau tentang penyakit yang dideritanya.
Ya, aku seakan menghilang, tak ingin ada siapapun yang mendengar kabarku, bahkan pada sahabatku sendiri. Bagiku, tidak ada untungnya menceritakan kesedihan kepada orang lain, ini hanya akan menambah beban bagi orang lain, dan apa yang dapat aku banggakan dari rasa simpatik mereka terhadap kesedihanku? tidak ada. Pikirku, aku hanya akan melewati kesedihan ini bersama keluargaku, aku tak membutuhkan siapapun selain mereka.
Tapi sungguh, tidak selamanya pikiran ini harus tetap dijunjung tinggi kawan, mengapa? karena kita sebagai individu memang hanya akan melakukan apa yang diijinkan oleh pikiran2 kita. Dan pada pikiran yang kacau, kita tidak akan mampu berpikir jernih. Ya, kacau disini dimaksud dengan sedih, jika kita dalam keadaan sedih, tidak ada yg mampu kita pikirkan selain menyalahkan keadaan bahkan mungkin menyalahkan diri sendiri. Nau'udzubillah..
We need some friends.. teman berbagi yang sudah kita percaya, yg mampu mengingatkan kita untuk tetap semangat, mengingatkan kita untuk tetap mau berpikir positif dan mengambil semua hikmah, ya kebaikan dari segala sisi, dan dari segala sudut pandang. Hikmah itu tidak hadir dengan sendirinya kawan, ia harus melalui proses berpikir yang sejernih mungkin.
Menceritakan apa yang sedang kita alami, bukanlah untuk berbagi kesedihan, tetapi kita mungkin lupa bahwa kesedihan yang sedang kita rasakan hanyalah sebagian kecil dari kesedihan yg sedang dialami orang lain di luar sana. Itu sebabnya mereka hadir, agar membantu kita menjernihkan pikiran kita, dan mungkin juga membantu mendoakan kita. Kawan, percayalah hidup itu sangat adil. Sangat. Dan Tuhan Maha Sempurna, Dia menciptakan makhlukNya dengan penuh kesempurnaan, dan Dia menciptakan kita semua sudah pada porsinya masing-masing. sesuai. tidak kekurangan. dan tidak berlebihan. Jangan pernah berputus asa dari Rahmat Tuhanmu yang teramat luas, dan jangan pernah sombong untuk selalu memohon ampun kepadaNya..
Jangan anggap remeh orang lain yang peduli terhadapmu, berterimakasihlah kepada mereka, karena mereka masih memedulikanmu, orang-orang yang menyayangimu dengan tulus adalah orang-orang yang tak pernah membencimu, mereka akan selalu mendoakanmu.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, kami menjalani kehidupan dengan lebih ikhlas, teman-teman baru dek khansa, satu per satu dipanggil oleh Allah SWT..
ada yg sudah berhasil di operasi karena fungsi peredaran jantungnya terbalik, tp tak lama setelah operasi, ia dipanggil Sang Khalik.
ada yg sudah menjalani 4 kali operasi karena kebocoran jantung, dan tak lama kemudian juga dipanggil Sang Khalik.
tinggal dek Khansa sendiri, ia pun menjalani operasi, dan alhamdulillaah berhasil, namun setelah operasi, bilirubinnya terus meningkat, dia diindikasikan mengidap penyakit hati. transplantasi hati. Astaghfirullahal'adziim..
21 Desember 2011, aku berniat menjenguk dek khansa keesoka harinya (22/12), kala itu aku mendapat kabar, bahwa dek khansa akan menjalani operasi yang kedua pada tanggal 22 desember. Alhamdulillaah aku senang, itu berarti kondisinya jauh lebih baik karena dokter akan mengambil tindakan operasi, seperti yang telah diketahui sebelumnya, operasi tidak boleh dilakukan jika pasien masih menderita infeksi, hal ini dilakukan agar ketika operasi tidak terjadi nfeksi lagi yang mungkin menyebabkan timbulnya penyakit baru.
saat itu aku merenung, aku ingin operasi kedua ini kembali dilancarkan, dan aku berniat untuk membuka silaturahim dengan teman lamaku, sekedar menenangkan hatiku juga, aku tidak ingin kesulitan yang dialami keluargaku adalah akibat dari perbuatan2 burukku selama ini, aku kembali menghubungi dia, tetapi kami memang belum bisa memiliki pandangan yang sama, tanpa ingin memperpanjang masalah, kami mengakhiri perbincangan kami, dy ingin menjenguk khansa keesokan harinya..
22 Desember 2011 bertepatan dengan hari ibu, khansa dijadwalkan operasi jam 8.
Pagi-pagi sekali aku berangkat ke Bogor untuk bertemu dengan pembimbing skripsi, sesampainya disana, pukul setengah 8 pagi, aku yang baru mau turun dari angkutan dihubungi mba ratih, ia menangis, mengabarkan bahwa khansa dalam keadaan kritis, aku diminta untuk menghubungi Ibu dirumah, aku langsung menelfon Ibuku, ketika aku menutup telfon, terlihat ada satu panggilan tak terjawab dari mba ratih. Aku kembali menghubungi dia, dan dia berkata :
ya, khansa udah ga adatelfon terputus.
Innalillaahi wa inna ilaihi roji'un
aku kembali pulang, berusaha setegar mungkin menerima keputusan Allah, inilah jalan terbaik yang Allah kehendaki, begitu banyak yang aku pelajari dari kejadian ini, tidak ada manusia yang dapat meniupkan ruh kepada setiap jasad, tidak ada daya dan upaya yang mampu mengubah apapun kecuali atas ijin Allah azza wa jalla.
Allah Ya Rahman, kami semua menerima keputusanmu, syurga adalah tempat terbaik untuk dek Khansa, Engkau sangat menyayangi kami, engkau sangat menyayangi keluarga kami, terima kasih banyak Ya Allah. Inilah keputusan terbaik yang engkau berikan,
Tuhanku Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, ijinkan aku dan keluargaku bertemu dengan dek khansa di syurgaMu. Ijinkan kami semua kekal berada di syurgaMu Ya Allah, aku dan keluargaku sebentar sekali bertemu dengannya di dunia ini, ijinkan kami berkumpul bersama lagi di syurgaMu kelak Ya Rabb..ampunilah semua kesalahan dan dosa-dosa kami, kami sangat membutuhkan kasih sayang dari Mu Ya Allah, kabulkanlah semua permohonan kami, aamiin..
Beberapa temen2 kelasku datang, dika, ade, inne, rani, made, nissa, gema, dipta, pepe, teguh, bens, arizal, windy, dan robi. Terima kasih banyak kawan, terima kasih atas segala dukunganmu kepadaku, semoga Allah selalu memberikan perlindungan kepada kalian, semoga semua niat baik kalian terbalas berlipat ganda dengan kebaikan pula, aamiin :)
Life must go on..but Khansa, you always stay in my heart :*
